Suara Farkes, JAKARTA –
Menghadapi dinamika ketenagakerjaan yang terus berkembang, IndustriALL South
East Asia Office (SEAO) bersiap menyelenggarakan agenda krusial bertajuk “National
Unity Meeting and Discussion on Indonesian Labour Law Reform”. Acara
ini berlangsung selama dua hari, yakni
pada 9–10 Februari 2026, bertempat di HARRIS Hotel Kelapa Gading
Convention Center, Jakarta.
Pertemuan strategis ini bertujuan
untuk memperkuat koordinasi antar afiliasi IndustriALL di Indonesia serta
menjadi wadah pertukaran informasi terkini mengenai proses reformasi hukum
ketenagakerjaan di tanah air.
![]() |
| tuti suwartini (bidang Luar negeri) dan Sumarnita (Komite Perempuan) |
Hari Pertama: Konsolidasi dan
Visi Masa Depan
Agenda hari pertama, Senin (9/2),
akan difokuskan pada "IndustriALL Indonesia Unity Meeting".
Pertemuan ini akan diawali dengan pemaparan mengenai situasi ketenagakerjaan
terkini di Indonesia yang dibawakan oleh Iwan Kusmawan SH, Ketua
IndustriALL Indonesia Council, dan Evi Krisnawat Ssi (sekertaris Industriall
Indonesia Caouncul sekaligus Ketua Umum FSP FARKES REFORMASI.
Poin penting lainnya adalah
peluncuran Rencana Aksi dan Strategi IndustriALL 2026–2029 oleh Kemal
Ozkan (Assistant General Secretary IndustriALL), serta pembahasan rencana
aktivitas SEAO tahun 2026 bersama Ramon Certeza (Regional Secretary
SEAO). Hal ini menandai komitmen organisasi untuk memiliki arah perjuangan yang
jelas dalam tiga tahun ke depan.
Hari Kedua: Melawan
Ketimpangan dan Memperjuangkan Upah Layak
Pada hari kedua, Selasa (10/2),
diskusi beralih ke isu-isu kebijakan yang lebih mendalam dengan tema "Fighting
Inequality: Reforming Labour Law in Indonesia". Beberapa topik krusial
yang akan dibahas meliputi:
- Upah Layak vs Upah Minimum: Diskusi mengenai pentingnya standar upah yang lebih manusiawi. Di sampaikan oleh pemateri Indrasari Tjandraningsih, peneliti perburuhan yang menyoroti Upah Layak bukan upah minimum, sebauh analisis berbasis data ilmiah bagaimana gerakan buruh seharusnya memperjuangkan upah Layak.
- Jaminan Sosial dan Perlindungan Kehilangan
Pekerjaan: Menghadirkan pakar dari ILO Jakarta, Cristianus,
untuk membedah sistem perlindungan bagi pekerja yang terdampak efisiensi
atau perubahan industri.
- Diskusi Aksi Strategis: Sesi penutup untuk
merumuskan langkah nyata para buruh dalam merespons reformasi hukum.
Antusiasme Afiliasi Nasional
Partisipasi aktif dari berbagai
serikat pekerja di Indonesia sudah mulai terlihat. Salah satunya adalah DPP
FSP FARKES REFORMASI, yang telah memberikan disposisi kehadiran untuk
jajaran pimpinannya.
Delegasi yang akan hadir mencakup
Ketua Umum Evi Krisnawati S.Si, serta para Ketua Bidang yang membidangi
isu Perempuan &Komite Pekerja Muda – Sumarnita Boru Gurning,
Hubungan Internasional-Tuti Suwartini, hingga Wakabidang Advokasi.
Keterlibatan perwakilan pemuda dan perempuan memang menjadi salah satu fokus
utama yang ditekankan oleh IndustriALL dalam undangan resminya.
![]() |
| Kemal Ozkan Wasekjend Industriall Global-Ramon Certeza Secretary South East Asia |
Melalui pertemuan ini, diharapkan
tercipta kesatuan suara antar serikat pekerja untuk memastikan bahwa setiap
reformasi hukum yang dilakukan pemerintah tetap menjunjung tinggi hak-hak dasar
dan kesejahteraan buruh di seluruh pelosok Indonesia.
Suara Farkes Mengabarkan.
.jpeg)






0 Komentar