Memperkuat Sinergi dan Kapasitas Advokasi: PUK FSP FARKES-R RSIJCP Bekali Pengurus Hadapi Tantangan Dunia Kerja Modern

 



"Membangun hubungan industrial yang harmonis di lingkungan rumah sakit butuh lebih dari sekadar niat baik; ia butuh keberanian untuk berdialog serta keterampilan tatakelola organisasi serikat pekerja  yang mumpuni agar hak pekerja tetap terjaga dan kualitas  pelayanan rumah sakit tetap berjalan prima, hal ini membutuhkan kedewasaan dalam mengelola organisasi serikat pekerja.


BOGOR – Dalam upaya merespons dinamika dunia kerja di sektor kesehatan yang semakin kompleks, Pimpinan Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi  Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih (PUK FSP FARKES-R RSIJCP) menggelar agenda pembekalan pengurus PUK bertajuk Pelatihan Keorganisasian dan Advokasi Dasar.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (10-11 April 2026), ini dilaksanakan di Safana Villa Megamendung, Bogor. Diikuti oleh  pengurus inti yang, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus membangun ikatan emosional (bonding) yang solid antar pengurus.

Upaya Profesionalisme dan Relevansi Organisasi

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Manajemen serikat pekerja saat ini menuntut profesionalisme tinggi, terutama dalam hal kemampuan advokasi serta pemahaman mendalam mengenai hak dan kewajiban anggota. Selain itu, organisasi menyadari pentingnya transformasi strategi kepemimpinan agar tetap relevan bagi pekerja muda (Millennial dan Gen Z) serta pekerja perempuan.

“Pelatihan ini merupakan jawaban atas kebutuhan internal kami untuk terus memperbarui cara kerja organisasi. Kami ingin memastikan bahwa setiap pengurus memiliki kompetensi yang mumpuni dalam membela hak-hak pekerja di lingkungan RSIJ Cempaka Putih,” ungkap Alexander Subekti-Ketua PUK RSIJCP di sela-sela kegiatan.



Kurikulum Komprehensif dan Simulasi Lapangan

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dasar dari DPP FSP FARKES REFORMASI . Taufan Rahutomo, wakil ketua Bidang Advokasi DPP FSP FARKES-REFORMASI, memberikan pemaparan komprehensif mengenai dasar-dasar tata kelola organisasi yang profesional, agar pengurus dapat memahami konsep dasar advokasi dan korelasinya dengan tatakelola manajemen organisasi, RS Islam memiliki ke khasannya yang unik dimana nilai nilai pemikiran KH Ahmad Dahlan dan kemuhamadiyahan  yang terkandung dalam teologi al Ma’un, seharusnya menjadi nilai filosofis PUK dalam membangun sistem manajerial organisasi serikat pekerja. 



Sesi dilanjutkan oleh Iwan Setiawan, SH,-Ketua Bidang Advokasi DPP FSP FARKES REFORMASI yang membedah strategi advokasi serta mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial sesuai dengan regulasi yang berlaku, pemateri dalam sesi ini membandingkan jika dalam materi organisasi menggunakan pendekatan teologi al ma’un, dalam memahami langkah langkah advokasi teologinya adalah iqro’-membaca regulasi memahami dan dapat menerapkannya.




Guna memastikan pemahaman teori berjalan beriringan dengan praktik, sesi malam hari diisi dengan simulasi kasus hubungan industrial. Dalam simulasi ini, para pengurus dilatih untuk bernegosiasi dan menyusun strategi efektif dalam menghadapi berbagai skenario skenario ketenagakerjaan yang mungkin terjadi di lapangan.



Fokus pada Inklusivitas dan Aktivisme Digital

 Memasuki hari kedua, fokus beralih pelatihan pada isu-isu sosial-kultural yang krusial bagi mengundang organisasi. Diskusi berkembang hangat seputar peran pekerja perempuan, mencakup kesadaran atas hak reproduksi, kesetaraan gender, hingga perlindungan dari penghapusan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja (Ratifikasi Konvensi ILO 190).

Selain itu, aspek aktivisme digital juga menjadi sorotan. Di tengah era keterbukaan informasi, pengurus terdorong untuk memanfaatkan platform digital sebagai alat advokasi dan sarana komunikasi yang inklusif untuk menarik minat generasi muda pekerja kesehatan guna bergabung dalam serikat pekerja.




Komitmen Masa Depan

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan pengesahan program kerja bersama. Dokumen strategis ini akan menjadi kompas bagi PUK FSP FARKES-R RSIJCP dalam menjalankan roda organisasi ke depan.

Dengan bekal keterampilan baru dalam negosiasi, strategi rekrutmen yang lebih modern, serta pemahaman hukum yang lebih tajam, PUK FSP FARKES-R RSIJCP optimistis dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi kesejahteraan seluruh anggotanya dan menciptakan iklim kerja yang harmonis di sektor kesehatan.

Tim Kontributor Media PUK FSP FARKES R RSIJCP.

Posting Komentar

0 Komentar